Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Unit Konsultasi Psikologi
    • Profil Pengelola
    • Lokasi
    • Karir
  • Layanan
    • Alur Layanan Konsultasi
    • Jenis Layanan
      • Layanan Umum
      • Layanan Civitas
      • Layanan Kerjasama
  • Galeri
  • Beranda
  • Artikel
  • Second Account: Tempat Aman Menjadi Diri Sendiri di Ruang Digital

Second Account: Tempat Aman Menjadi Diri Sendiri di Ruang Digital

  • Artikel
  • 25 September 2026, 19.08
  • Oleh: ukp.psikologi
  • 0

Halo teman UKP! di tengah masifnya perkembangan media sosial saat ini, hampir semua orang menggunakan platform media sosial untuk bisa berinteraksi dengan orang lain di ruang digital. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026 melaporkan bahwa sekitar 235 juta orang atau sekitar 81,72% total populasi memiliki akun media sosial. Pastinya teman UKP penasaran kenapa beberapa orang memiliki lebih dari satu akun di berbagai platform untuk bersosial media. Yuk kita bahas bareng!

Apa itu second account?

Kebanyakan orang saat ini memiliki minimal dua akun media sosial, yaitu first dan second account. First account dibuat dengan bayangan akan versi diri paling ideal di masyarakat. Di sisi lain, second account merupakan media bagi pengguna untuk mengekspresikan versi dirinya yang berbeda. Salah satu ciri utama dari second account adalah penggunaan identitas nama akun secara anonim seperti  @urbabygirl147. Kemudian, pengguna hanya mengizinkan beberapa orang terdekat saja untuk melihat isi unggahan dalam akun tersebut. Hal ini ditandai dari jumlah followers yang jauh lebih sedikit dari first account (Rahayu, 2024). Sakti dan Yulianto (2013, dalam Budiyanto & Aisyah, 2023) berpendapat bahwa ekspresi dari kedua jenis akun tersebut merupakan representasi dari identitas dunia nyata.

Nyaman bersuara tanpa takut dihujat!

Kita semua pasti ingin merasa aman ketika memiliki suatu opini terhadap suatu hal di media sosial. Di ruang virtual yang dapat menjangkau banyak orang dengan pikiran yang berbeda mungkin membuat kita sedikit khawatir terhadap pendapat orang lain terhadap hal yang kita unggah di media sosial. Di sini lah second account menjadi pilihan yang diambil banyak orang. Kita dapat menjadi diri kita seutuhnya tanpa takut dihakimi oleh orang lain secara anonim (Budiyanto & Aisyah, 2023).

Kesadaran anonim merupakan fenomena sosial di mana seseorang menyamarkan identitasnya di sosial media. Hal tersebut lahir dari ketidakberanian seseorang untuk menyuarakan pendapatnya secara jujur di first account. Kita lebih bebas berekspresi, memberikan komentar, melihat akun lain tanpa ketahuan (stalking). 

Punya Second Account: positif atau negatif?

Setiap hal pastinya memiliki potensi kebaikan maupun keburukan. Semua keputusan tersebut berada di tangan kita. Bagaimana cara kita menggunakan media sosial akan menentukan siapa diri kita sebenarnya. Studi yang dilakukan di kalangan mahasiswa menunjukan bahwa second account dapat digunakan sebagai tempat untuk mengekspresikan hobi, melatih kemampuan baru, konten, ataupun tugas kuliah. Tujuannya adalah untuk menunjukkan sisi lain dari diri mereka, tanpa takut terhadap penilaian negatif dari publik karena akun tersebut bersifat privat dan hanya bisa diakses oleh pengikut yang telah disetujui (Alam & Arifin, 2026). 

Di sisi lain, identitas anonim juga memungkinkan beberapa orang untuk menunjukan perilaku agresif kepada orang lain tanpa pandang bulu. Hal tersebut biasanya tercerminkan pada maraknya perilaku cyberbullying yang terjadi di media sosial. Pelaku berani melakukan hal tersebut karena yakin identitasnya tidak dapat dilacak melalui second account (Rini, 2020)

Membangun ruang aman di media sosial melalui second account adalah upaya yang sejalan dengan tujuan Good Health and Well-being pada Sustainable Development Goals. Setiap manusia perlu berkembang menjadi individu yang lebih baik. Sepatutnya, kita juga memerlukan tempat agar kita dapat menjadi diri sendiri di tengah banyaknya tuntutan yang mengharuskan kita menjadi orang lain. Dengan kesadaran penuh, media sosial dapat memberikan kita banyak hal positif untuk mengenal diri lebih dalam. Semoga teman UKP bisa punya tempat amannya sendiri, ya.

Penulis: Muhammad Fazle Mawla Prajadireja

Penyunting: Adzkia Ra’ida Salma, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Referensi:

  • Alam, W. M., & Arifin, I. (2026). Fenomena second account media sosial Instagram sebagai gaya hidup baru di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 6(1), 519–526.
  • Budiyanto, R. N. A., & Aisyah, V. N. (2023). Self disclosure analysis of first account and second account users on Instagram among students. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 515–525. https://doi.org/10.23917/iseth.2974
  • Rahayu, M. (2024). Dramaturgi di media sosial: Fenomena Penggunaan second account di Instagram Pada Kalangan Mahasiswa. Journal of Social Media and Message, 2(2), 108–119. https://doi.org/10.55985/jsmm.v2i2.238
  • Rini, L. N. M. R. (2020). Understanding the use and motivation of anonymous Instagram accounts among teenagers. Interaksi Online, 9(1), 85–97. 
Tags: account media sosial SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG’s 3 second account social media virtual Well-being

Berita Terakhir

  • Second Account: Tempat Aman Menjadi Diri Sendiri di Ruang Digital
  • When Loving Means Letting Go: Paradoks Putus Cinta dalam Lagu “Less” oleh Olivia Rodrigo
  • UKP Gandeng Pakar Dialectical Behavior Therapy untuk Mendukung Pengembangan Kompetensi Praktisi dan Calon Praktisi Psikologi
  • Revenge Bedtime Procrastination: “5 Menit Lagi” Berujung Jam 2 Pagi
  • Kolaborasi UKP dalam Ruang Asesmen dan Penguatan Tim
Universitas Gadjah Mada

Unit Konsultasi Psikologi UGM
Fak. Psikologi UGM Gedung D lantai 2.
Jl. Humaniora No. 1 Kompleks Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia

Kontak:
Telp: +62 274 550 435 (Psw. 131)
Layanan Umum: +6285759161581 (text only)
Layanan Civitas: 0821 3768 0588
Layanan Kerjasama: 0821 2022 6831
E-mail: ukp.psikologi[at]ugm.ac.id

Sosial Media:
Instagram (IG): instagram.com/ukpugm

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY