Unit Konsultasi Psikologi (UKP) menghadirkan kembali kegiatan tahunan, UKP Talks, pada awal bulan Juli 2026. Rangkaian acara bertajuk “Behavioral Activation for Depression and Anxiety” dan “Building Core Dialectical Behavior Therapy (DBT) Competencies for Mental Health Practitioners” diadakan sebagai ruang untuk pengembangan evidence-based practice di lingkungan psikologi. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membantu praktisi dan calon praktisi merespons dinamika dalam pelayanan kesehatan mental, terutama dalam kondisi peningkatan kasus gangguan kecemasan dan depresi yang tengah berlangsung saat ini.
Ajeng Juwita Puspitasari, Ph.D., LP, ABPP dan Kelly Koerner, Ph.D., sebagai expert dalam praktik Dialectical Behavior Therapy (DBT), menjadi pembicara dalam kegiatan ini. Sejumlah mahasiswa program studi Profesi dan Magister Psikologi Fakultas Psikologi UGM hadir pada hari pertama untuk membahas tentang praktik behavioral activation pada penanganan depresi dan gangguan kecemasan. Tidak hanya itu, lebih dari 50 peserta yang terdiri atas praktisi dan masyarakat umum, turut menunjukkan antusiasme dengan partisipasi melalui ruang daring.
Di hari kedua dan ketiga, peserta yang merupakan psikolog yang terafiliasi dengan UKP, Fakultas Psikologi UGM, Universitas Gadjah Mada, dan puskesmas-puskesmas di Yogyakarta, terlibat langsung dalam diskusi dan sesi-sesi interaktif seperti roleplay dengan kedua pembicara dan para rekan sejawat. Pengalaman yang dibangun selama dua hari ini menambahkan catatan pada pemahaman praktisi tentang DBT. “DBT merupakan terapi yang sangat komprehensif dan membantu dalam menangani kasus krisis dimana klien banyak mengalami kesulitan disregulasi emosi,” ungkap salah satu peserta melalui evaluasi yang dikirimnya.
Dalam rangka mendorong terwujudnya Good Health and Well-Being sebagai salah satu target sustainable development, UKP berkomitmen untuk mendukung para praktisi dalam menyediakan layanan kesehatan mental yang terbaik. Meskipun tidak mudah, kami menghargai upaya yang ditunjukkan untuk terus mengembangkan kompetensi melalui praktik evidence-based. Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Kelly pada para praktisi di sesi penutup rangkaian acara, “Thank you that you are willing to consider learning to help these people. It’s scary, it’s a scary work, it’s a challenging work and so i feel very honored to have, you know, hopefully contribute a bit as you go for it in your journey (Terima kasih karena besedia mempertimbangkan untuk belajar membantu mereka. Pekerjaan ini memang menakutkan, pekerjaan yang menantang, dan karena itu saya merasa sangat terhormat jika bisa, semoga saja, memberikan sedikit kontribusi dalam perjalanan Anda),” ujarnya (Rabu, 8/7).