Apakah teman UKP pernah mendapat komentar seperti, “Nggak papa, itu biasa terjadi. Coba kamu lebih bersyukur dan cari hikmah dari kejadian ini”. Atau kamu mencoba berpikir positif terhadap suatu masalah, tetapi justru berujung cemas dan semakin terpuruk? Jika iya, mungkin yang terjadi adalah salah satu bentuk toxic positivity.
Apa itu Toxic Positivity?
Toxic positivity adalah kecenderungan memaksakan diri sendiri atau orang lain untuk selalu berpikir dan bersikap positif hingga menekan pengakuan terhadap stres dan emosi negatif. Individu yang terjebak dalam toxic positivity meyakini bahwa seberat apapun kesulitan yang dialami, mereka harus tetap berpikir positif, alih-alih mengakui, memproses, dan menghadapinya secara sehat. Dengan kata lain, ciri utama toxic positivity adalah adanya penolakan atau ketidakmauan untuk mengakui dan menerima emosi negatif.