
Pernahkah Teman UKP menggunakan artificial intelligence (AI) untuk curhat? Pada era digitalisasi saat ini, banyak individu yang cenderung lebih memilih AI sebagai tempat untuk mencurahkan segala keluh kesah dibandingkan curhat kepada teman, keluarga, maupun profesional kesehatan mental. Kira-kira bagaimana fenomena ini dapat terjadi dalam sudut pandang psikologi? Apakah curhat ke AI lebih baik dibandingkan ke profesional? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Mengapa individu dapat merasa nyaman curhat bersama AI?
Pada dasarnya, manusia memiliki kebutuhan fundamental untuk mengekspresikan emosi dan pikirannya dengan aman dan nyaman. Dalam perspektif hierarchy of needs dari Abraham Maslow, hal ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan akan love and belongingness. AI mengambil peran dengan menawarkan bentuk chatbot yang responsif dan mampu memandu individu untuk melewati ketidaknyamanan psikis yang sedang dirasakan (Kretzschmar et al., 2019). Hal ini dapat menimbulkan perasaan nyaman dan aman bagi individu karena interaksi yang terjalin bersama AI terasa seperti memberikan perhatian yang lebih personal dan tidak menghakimi.
