Pada tanggal 14-15 November 2024, Kepala UKP, Bapak Restu Tri Handoyo, Ph. D., Psikolog, bersama dengan Ibu Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog memberikan materi terkait strategi pencegahan bunuh diri. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan CPMH (Center for Public Mental Health) Fakultas Psikologi UGM dalam rangkaian acara Dies Natalis Ke-60 Fakultas Psikologi UGM. Bapak Restu Tri Handoyo, Ph. D., Psikolog juga menjelaskan terkait layanan kesehatan mental yang tersedia di UGM, termasuk sekilas layanan UKP UGM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang langkah pertolongan pertama yang tepat, meningkatkan kesadaran akan tanda/risiko bunuh diri, serta meningkatkan kesadaran terkait perilaku mencari bantuan profesional bagi diri & orang di sekitar.
Belanja impulsif adalah kebiasaan yang sering kali sulit dikendalikan, terutama di era digital dengan kemudahan akses ke e-commerce dan strategi pemasaran yang mendorong pembelian spontan. Untuk mengatasi kebiasaan ini, tren No-Buy Challenge yang populer di TikTok awal tahun 2025 hadir sebagai tantangan menarik yang mengajak pengguna media sosial berhenti membeli barang non-esensial dalam jangka waktu tertentu. Barang non-esensial dalam konteks ini diartikan sebagai barang yang tidak benar-benar dibutuhkan dan tidak memberikan manfaat yang signifikan. Selain mengurangi pembelian barang yang non-esensial, No-Buy Challenge banyak diikuti oleh pengguna media sosial karena membantu individu lebih sadar dalam mengelola keuangan dengan menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan kepentingan.
Pada hari Selasa, 29 Oktober 2024, SD Muhammadiyah Sapen bekerja sama dengan UKP UGM untuk mengadakan pelatihan bertajuk Webinar Ketahanan Mental & Anti-Bullying. Lebih lanjut, materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut berjudul “Tangguh dan Berani: Kuatkan Mental, Kuatkan Persahabatan – Bangunlah Jiwa dan Raganya.” Materi disampaikan oleh salah satu psikolog UKP sekaligus dosen Fakultas Psikologi UGM, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sesi webinar berlangsung interaktif dan para siswa menunjukkan antusiasme mereka dalam memahami materi yang disampaikan. Sesi pemaparan materi juga diselingi dengan sesi bernyanyi bersama untuk mengenalkan jenis-jenis emosi. Selain pemaparan materi, para siswa juga diberi kesempatan untuk merespons dan mengajukan pertanyaan pada pemateri.