Apakah TemanUKP pernah dibilang “kuat” oleh banyak orang, tetapi diam-diam merasa lelah? Semakin berusaha menjadi kuat seperti yang orang katakan, justru terasa semakin melelahkan. Bahkan di hari yang buruk, di tengah ramainya isi kepala yang berkecamuk, dan berbagai perasaan yang tidak menentu, rasanya seperti ada tuntutan bahwa kita harus tetap terlihat baik-baik saja.
Kenapa ya, kita seolah-olah “harus kuat” terus?
Berbagai fase kehidupan seringkali diwarnai oleh berbagai tuntutan, misalnya dari pekerjaan dan karier, perjalanan akademik, relasi sosial, hingga perencanaan masa depan. Dalam proses tersebut, tidak sedikit individu yang secara perlahan terbiasa untuk “tetap kuat” dan menyembunyikan perasaan yang dianggap dapat mengganggu produktivitas. Dalam perspektif psikologi humanistik, kondisi ini dapat dikaitkan dengan incongruence, yaitu ketidaksesuaian antara pengalaman internal dengan ekspresi diri yang ditampilkan kepada orang lain (Rogers dalam Santrock, 2018).